NADIKABAR.COM — Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengatakan pemerintah masih mematangkan usulan insentif mobil hybrid melalui pembahasan bersama sejumlah kementerian terkait.
Sarmuji di Jakarta, Kamis, menjelaskan pembahasan tidak bisa hanya menggunakan perspektif Kementerian Perindustrian karena kebijakan tersebut juga berkaitan dengan sektor energi, keuangan, dan perekonomian.
"Enggak bisa perspektif Kementerian Perindustrian saja," kata Sarmuji.
Ia mengatakan setiap kementerian memiliki perspektif berbeda sehingga seluruh pertimbangan perlu diakomodasi sebelum pemerintah menetapkan skema insentif yang dinilai mampu mendukung perkembangan industri otomotif nasional.
Menurut dia, pembahasan melibatkan Kementerian Keuangan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk menyelaraskan berbagai pertimbangan sebelum pemerintah menetapkan skema insentif.