"Industri yang sudah memiliki kemampuan produksi harus terus diperkuat, sedangkan industri yang masih membutuhkan dukungan harus kita pacu agar semakin berkembang. Kita ingin pertumbuhan manufaktur tidak hanya terlihat dari indikator survei, tetapi juga tercermin dalam peningkatan produksi, investasi, ekspor, dan penyerapan tenaga kerja," tegasnya.
Sementara itu, Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Oktober 2026 tercatat sebesar 53,77, naik 1,84 poin dibandingkan September yang berada di level 51,93. Capaian tersebut juga lebih tinggi 0,27 poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 53,50.
Penguatan aktivitas manufaktur juga sudah terlihat sejak September 2026. Saat itu, PMI manufaktur Indonesia naik ke 52,4 dari 49,8 pada Agustus 2026, dengan perbaikan kondisi bisnis manufaktur terkuat sejak Februari 2026.