Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri yang tergabung dalam holding PT Pupuk Indonesia (Persero), berpotensi menjadi pelopor penerapan teknologi CCU di Indonesia. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi Kementerian Perindustrian, Pupuk Indonesia, Petrokimia Gresik, dan UWin Resources Regeneration Inc. Proyek itu menjadi bagian dari upaya pengembangan teknologi pengurangan emisi serta membuka peluang peningkatan nilai ekonomi melalui pemanfaatan karbon hasil proses industri.
Sarmuji mengatakan teknologi CCU memungkinkan karbon dioksida dari proses industri ditangkap dan dimanfaatkan kembali menjadi produk bernilai ekonomi, salah satunya soda ash atau natrium karbonat. Dari hasil evaluasi proyek percontohan, teknologi tersebut mencatat efisiensi penangkapan COβ sebesar 91,48 hingga 97,79 persen. Sedangkan, pada pengujian kedua Mei 2026 menghasilkan soda ash dengan kadar natrium karbonat (NaβCOβ) mencapai 99,12 hingga 99,73 persen, yang berdasarkan evaluasi teknis dinyatakan memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) 06-0598-1989.