NADIKABAR.COM — Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, lintas kementerian, serta lembaga untuk menjadikan sektor industri sebagai faktor pengungkit (leverage) pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja.

Sarmuji menyampaikan penguatan sektor industri merupakan tantangan yang tidak ringan sehingga membutuhkan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga.

"Ya, ini tugas yang tidak ringan, menjadikan industri menjadi leverage faktor bagi pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Itu bukan sesuatu yang mudah. Tetapi justru itu tantangan yang harus kita hadapi dan harus kita selesaikan," kata Sarmuji usai serah terima jabatan Menperin di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) perlu membangun visi besar agar sektor industri nasional semakin kuat ke depan. Untuk mewujudkannya, kerja sama dengan kementerian lain menjadi penting karena pengembangan industri berkaitan dengan berbagai aspek.

Sarmuji menyebut Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM memiliki peran dari sisi investasi, sementara Kementerian Keuangan berkaitan dengan relaksasi dan insentif bagi dunia industri.

Selain itu, koordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) diperlukan karena ketersediaan gas menjadi salah satu sumber daya yang dapat mendukung pertumbuhan industri.

Ia juga menilai koordinasi dengan Kementerian Pertanian diperlukan karena terdapat sektor hulu yang dapat didorong untuk menciptakan nilai tambah melalui industrialisasi dan hilirisasi.

"Jadi kita tidak bisa bekerja sendirian. Kolaborasi menjadi penting untuk bersama-sama menjadikan sektor industri menjadi leverage bagi pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo melantik Sarmuji sebagai Menperin menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10).

Selain Sarmuji, jajaran pejabat negara yang juga dilantik oleh Presiden di Istana Negara hari ini, di antaranya Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan, Sugiono sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Dudung Abdurachman sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Arrmanatha Nasir sebagai Menteri Menteri Luar Negeri, Komjen Pol. Dedy Prasetyo sebagai Kepala Badan Reformasi Agraria Nasional, dan Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.