Perusahaan asal Hong Kong ini bahkan menggunakan bahan baku mencapai 80 persen dari dalam negeri.

"Hanya sekitar 20 persen bahan bakunya yang masih belum mampu diperoleh dari dalam negeri," ucap Sarmuji.

Sekitar 20 persen bahan baku produk kaca yang masih didatangkan dari luar negeri itu salah satunya adalah soda ash atau natrium karbonat.

Menperin Sarmuji mengungkapkan PT Petrokimia Gresik belum lama lalu telah mendirikan pabrik soda ash.

"Saya akan komunikasikan dengan PT Petrokimia Gresik jika pabrik soda ash-nya telah beroperasi nanti agar bisa diserap oleh produsen kaca PT Xinyi," katanya.