Menurut Agus, perbedaan kedua indikator tersebut menunjukkan pelaku industri masih memiliki kepercayaan terhadap prospek usaha, tetapi pada saat yang sama menghadapi tekanan nyata di lapangan.

PMI dinilai lebih cepat menangkap gejolak karena mengukur kondisi pembelian dan pesanan perusahaan pada bulan berjalan, sedangkan IKI memiliki cakupan perusahaan yang lebih luas dan bobot besar pada pesanan baru.

Menperin Agus memaparkan setidaknya empat tekanan utama yang saat ini membebani industri nasional, yakni banjir impor, ketegangan geopolitik, kenaikan harga minyak, dan daya beli masyarakat.