"Saya bangga dengan semangat juang para atlet kita. Mereka tidak berhenti ketika target tercapai, tetapi terus berusaha memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Ini menunjukkan mentalitas juara yang harus terus kita jaga," kata Erick dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/10/2026).

"Keberhasilan ini juga semakin membuktikan bahwa atlet-atlet disabilitas Indonesia memiliki potensi luar biasa dan layak mendapatkan dukungan serta kesempatan yang sama untuk terus berprestasi," ujarnya.

Selama berada di Nagoya, Erick yang berusia 56 tahun mengunjungi sejumlah arena pertandingan untuk menyaksikan langsung perjuangan atlet Indonesia sekaligus memberikan dukungan kepada mereka.

Erick mengatakan kehadirannya di arena pertandingan merupakan bentuk komitmen pemerintah. Menurutnya, dukungan kepada atlet tidak cukup hanya melalui penetapan target prestasi, tetapi juga harus diberikan secara langsung ketika mereka berjuang membawa nama Indonesia di pentas internasional.