Pemuda, kata Erick, harus mencontoh mentalitas pejuang yang gigih, seperti yang ditunjukkan oleh para atlet nasional di berbagai ajang internasional.

"Kultur kita jangan sampai menjadi kultur yang siesta atau relaks, yang membuat kita menjadi terlalu easy-going," ujar Erick di hadapan para peserta.

Erick mencontohkan bagaimana perjalanan perjuangan tim nasional sepak bola maupun kontingen olahraga Indonesia di kancah dunia yang kerap tidak diunggulkan secara teoretis, namun mampu membuktikan hasil gemilang berkat kerja keras, kedisiplinan, dan mental pantang menyerah hingga detik akhir pertandingan.