Termasuk menyelenggarakan berbagai event olahraga dapat menciptakan aktivitas ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan usaha masyarakat.
Hal ini sejalan dengan paradigma yang terus didorong Kementrian Pemuda dan Olahraga, bahwa olahraga bukan sekadar cost, tetapi memiliki nilai ekonomi dan menjadi revenue opportunity.
"Olahraga adalah investasi dalam perekonomian. Industri olahraga dan sport tourism bisa membuka lapangan pekerjaan, menciptakan perputaran ekonomi, dan memberikan multiplier effect bagi masyarakat. Jadi paradigma kita harus berubah, olahraga bukan biaya, olahraga adalah investasi untuk bangsa," tegas Erick.
Untuk itu, Menpora berusia 56 tahun ituberharap semangat yang ditunjukkan tim bulutangkis putra dapat menjadi inspirasi bagi seluruh atlet Indonesia yang masih berjuang di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
"Mari kita terus jaga semangat perjuangan ini. Prestasi olahraga bukan hanya tentang medali, tetapi tentang bagaimana olahraga menjadi bagian dari investasi besar untuk membangun karakter, kesehatan, ekonomi, dan kedigdayaan bangsa," pungkas Erick.