"Kultur kita jangan sampai menjadi kultur yang siesta atau relaks, yang membuat kita menjadi terlalu easy-going," kata Erick dalam keterangan tertulisnya, Selasa (27/10/2026).

Ia mencontohkan perjuangan tim nasional sepakbola maupun kontingen olahraga Indonesia di kancah dunia. Meski kerap tidak diunggulkan secara teoretis, namun mampu membuktikan hasil gemilang berkat kerja keras, kedisiplinan, dan mental pantang menyerah hingga detik akhir pertandingan.

Nilai-nilai ketangguhan dan pengorbanan tersebut, kata eks Menteri BUMN itu, harus ditanamkan dalam diri setiap pemuda Indonesia, mengingat tantangan ketenagakerjaan dan dinamika global ke depan menuntut daya saing yang tinggi.