Meski demikian, Erick tetap mengapresiasi perjuangan para atlet yang telah memberikan medali bagi Indonesia. Menurut dia, setiap hasil yang diraih atlet harus dihargai, namun capaian tersebut juga perlu dilihat secara terbuka apabila belum memenuhi target yang telah disepakati bersama.

Ia menegaskan target perolehan medali tersebut bukan ditetapkan secara sepihak oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), melainkan merupakan hasil pembahasan bersama dengan pimpinan cabang olahraga, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), serta jajaran terkait.

Karena itu, pencapaian sementara di Asian Games menjadi bagian dari evaluasi yang perlu dilakukan secara objektif. Evaluasi tersebut tidak ditujukan untuk mencari pihak yang harus disalahkan, tetapi untuk mengetahui kondisi yang terjadi di lapangan, faktor yang menyebabkan target belum tercapai, serta langkah perbaikan yang dapat dilakukan.

Evaluasi, kata dia, bukan untuk mencari siapa yang salah, melainkan untuk melihat apa yang terjadi di lapangan, faktor apa yang membuat capaian belum sesuai target, serta langkah perbaikan yang perlu dilakukan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

Menurutnya, target perolehan medali bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan bagian dari komitmen bersama. Apabila target tercapai, hasil tersebut patut diapresiasi, sedangkan capaian yang belum sesuai harus menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan.