Dalam arahannya, Gus Ipul menyampaikan lima hal yang perlu menjadi perhatian seluruh anggota Tagana. Pertama, memperkuat kesiapsiagaan dan kemampuan teknis melalui penguasaan prosedur keselamatan, komunikasi, evakuasi, pertolongan awal, serta koordinasi di lapangan.

"Yang mau menyelamatkan orang lain harus terlatih. Jangan sampai kita mau menyelamatkan malah diri kita yang jadi korban atau malah merepotkan orang lain," ucapnya.

Kedua, menjunjung tinggi disiplin dan satu komando. Gus Ipul menekankan bahwa koordinasi menjadi kunci dalam penanganan bencana. Setiap anggota harus memahami tugas dan kewenangannya, mematuhi arahan komando, serta membangun komunikasi yang jelas.

"Kekompakan bukan hanya ditampilkan saat apel, tetapi dibuktikan melalui tindakan nyata di lapangan," jelasnya.

Ketiga, mengutamakan kemanusiaan dan pelayanan tanpa diskriminasi. Tagana diminta hadir bagi seluruh warga yang membutuhkan, terutama anak-anak, lanjut usia, penyandang disabilitas, perempuan, serta masyarakat yang menghadapi hambatan akses.

"Layani dengan empati, hormat, dan tanpa membeda-bedakan latar belakang," papar Gus Ipul.

Keempat, menjadikan edukasi kebencanaan sebagai gerakan bersama yang menjangkau sekolah, keluarga, dan komunitas. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui simulasi, penyebaran informasi yang benar, serta pengenalan langkah-langkah penyelamatan.