"(Pengajuan sanggah) bisa lewat call center, bisa lewat aplikasi yang sudah kita siapkan, atau lewat portal Perlinsos kita," kata Saifullah Yusuf.

Pihaknya mengakui masih banyak ditemukan data masyarakat yang tidak sesuai di DTSEN. Salah satunya karena KTP penerima bansos dimanfaatkan oleh orang lain untuk membeli aset.

"Sering kali kita temukan ada beberapa yang tidak sesuai dengan kenyataan. Contohnya banyak ternyata KTP keluarga penerima manfaat dimanfaatkan orang lain untuk membeli aset, seperti membeli rumah, membeli tanah, membuat perusahaan, membeli mobil, itu banyak yang seperti itu," kata Saifullah Yusuf.