Sementara itu, Ketua Koperasi Berkah Telur Blitar, Yesi Yuni Asuti, mengatakan keberadaan jagung SPHP sangat membantu peternak di tengah tingginya harga jagung di pasaran.
Menurut Yesi, harga jagung di luar SPHP terus mengalami kenaikan. Dari sekitar Rp7.000 per kilogram, naik menjadi Rp7.400, hingga mencapai Rp7.800-Rp7.900 per kilogram. Sementara jagung SPHP dapat ditebus peternak melalui Bulog dengan harga sekitar Rp5.000 per kilogram.
Karena itu, Yesi berharap penyaluran jagung SPHP dapat berjalan lebih lancar dan berkelanjutan agar peternak memiliki kepastian pasokan pakan.
Persoalan serupa disampaikan Ketua Koperasi Anjuk Ladang Makmur Kabupaten Nganjuk, Zainuddin. Koperasi tersebut memiliki sekitar 75 anggota dengan populasi sekitar 250 ribu ekor ayam dan produksi telur rata-rata mencapai 15 ton per hari.
Menurutnya, tingginya harga jagung dan pakan pabrikan menjadi beban besar bagi peternak. Harga jagung di pasar disebut telah mencapai Rp7.800 per kilogram, sedangkan jagung SPHP sekitar Rp5.500 per kilogram.
βDengan jagung SPHP hanya Rp5.500 per kilogram, ini sangat membantu kami selaku peternak,β ujarnya.
Selain persoalan pakan, Zainuddin juga berharap harga telur dapat dijaga agar seimbang dengan biaya produksi yang mereka keluarkan.