Ia menambahkan bahwa dengan menggunakan metode PM-AAS, produktivitas padi di sejumlah wilayah dapat meningkat dari rata-rata 5-6 ton menjadi 11-12 ton per hektare.
"Ini meningkatkan dua kali lipat, yang biasanya 5 ton bisa berproduksi 11-12 ton per hektare," terangnya.
Sementara itu, Bupati Subang yang akrab disapa Kang Rey, menyampaikan bahwa penerapan metode PM-AAS akan didorong untuk diterapkan secara lebih luas di Kabupaten Subang, khususnya pada lahan-lahan sawah baru yang merupakan lahan eks galian tanah merah.
"Insyaallah, ke depannya akan diterapkan secara keseluruhan di Kabupaten Subang, karena kita ada cetak sawah baru dari galian-galian tanah merah. Insyaallah ke depannya akan kita tanami dengan bibit ini, sehingga mudah-mudahan produktivitasnya bisa lebih tinggi," paparnya.
Kang Rey menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Subang akan melakukan sinkronisasi terhadap program PM-AAS bersama Kementerian Pertanian untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan memperkuat peran Subang sebagai salah satu lumbung padi nasional.
"Kita akan sinkronkan dengan Kementerian Pertanian, karena kita (Kabupaten Subang) juga merupakan lumbung padi nasional." tuturnya.