Selain beasiswa, Kementerian Pertanian juga menyerahkan penghargaan kepada para aparatur yang gugur sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian mereka kepada negara.

Dalam kesempatan itu, Mentan menyampaikan apresiasi kepada Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani yang memberikan kesempatan bekerja kepada tiga anak korban yang telah menyelesaikan pendidikan.

Ia mengatakan anak-anak korban yang masih bersekolah akan tetap mendapatkan dukungan pendidikan, sedangkan yang telah memenuhi persyaratan dapat memperoleh kesempatan bekerja di perusahaan BUMN pangan tersebut.

Mentan menegaskan pemerintah akan terus memberikan perhatian kepada keluarga aparatur yang gugur dalam menjalankan tugas sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka.

Menurut dia, dukungan pendidikan dan kesempatan kerja diharapkan dapat membantu keluarga korban melanjutkan kehidupan sekaligus mempersiapkan masa depan anak-anak yang ditinggalkan.

Melalui pemberian beasiswa, santunan, dan dukungan kesempatan kerja, pemerintah berupaya memastikan keluarga aparatur yang gugur tetap memperoleh pendampingan serta perhatian berkelanjutan.

Bagi keluarga Afrida Rapi, perhatian tersebut menjadi penguat di tengah masa sulit. Yohanis Tonglo, suami almarhumah Afrida, mengungkapkan bahwa salah satu anaknya sempat berniat berhenti kuliah agar dapat bekerja dan membantu adik-adiknya.

β€œAnak saya yang pertama merangkul saya dan membisikkan, β€˜Pak, biar saya berhenti kuliah saja, supaya saya bisa kerja membantu adik-adik saya.’ Tapi Tuhan ternyata Maha Besar. Tuhan mengirim malaikat kepada kami lewat Pak Dirut untuk menjawab kekhawatiran kami ini,” tutur Yohanis.