"Kami pengalaman dulu 10 pabrik gula kami bangun kurang lebih 3 tahun. Kenapa? Lahannya dikawal oleh negara. Jadi, ini spesial," ujar Amran.

Mentan menyebutkan sektor swasta memiliki peluang besar untuk terlibat karena pengembangan bioetanol memiliki prospek ekonomi seiring meningkatnya kebutuhan energi terbarukan.

Pembangunan industri bioetanol pun akan diarahkan untuk mengolah komoditas pertanian lokal menjadi energi sehingga menciptakan nilai tambah bagi sektor hulu dan hilir.

Selain itu, pemerintah juga akan mengawal aspek legalitas lahan sehingga proses investasi berjalan sesuai aturan sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku usaha yang berpartisipasi.

Mentan optimistis kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan swasta mampu mempercepat terbentuknya ekosistem industri bioetanol nasional.