Menurutnya, keterlibatan 44 bupati tersebut diarahkan untuk membangun kawasan produksi bahan baku bioetanol yang terintegrasi, sehingga pengembangan industri tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas pengolahan.

Pemerintah menyiapkan pengembangan lahan hingga 2 juta hektare sebagai fondasi pembangunan industri bioetanol nasional sekaligus memperkuat ketersediaan bahan baku dari sektor pertanian dalam negeri.

Mentan mengatakan pengembangan bioetanol membutuhkan dukungan hulu yang kuat melalui peningkatan produksi komoditas utama seperti tebu, ubi kayu atau singkong, dan jagung.