NADIKABAR.COM — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan pengembangan bioetanol nasional berpotensi menciptakan sekitar delapan juta lapangan kerja melalui pengembangan kawasan produksi energi berbasis komoditas pertanian.

"Kita menuju mandiri energi, tidak kalah pentingnya kalau ini terjadi, minimal itu delapan juta tenaga kerja tercipta dan tenaga kerja permanen. Hebat kan? Indonesia sangat luas, kami optimis bisa," kata Amran usai Rapat Koordinasi Percepatan Pengembangan Bioetanol bersama 44 bupati dari berbagai daerah sentra produksi di Jakarta, Senin.

Mentan menyebutkan pengembangan bioetanol tidak hanya bertujuan memperkuat kemandirian energi nasional, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui sektor pertanian.

Menurut dia, program bioetanol akan menciptakan lapangan kerja melalui berbagai tahapan, mulai dari penyediaan bahan baku, pengelolaan kawasan pertanian, hingga industri pengolahan energi.

Amran menjelaskan pengembangan bioetanol dilakukan dengan memanfaatkan tiga komoditas strategis, yaitu tebu, singkong, dan jagung sebagai sumber bahan baku utama.

Pemerintah, sambung dia, telah melakukan konsolidasi bersama 44 bupati dari berbagai daerah untuk mendukung pengembangan kawasan bioetanol secara terintegrasi.