NADIKABAR.COM — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga penyaluran bantuan beras bagi 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dapat menjaga stabilitas harga beras nasional.
Amran mengatakan pemerintah memperkuat intervensi pangan melalui bantuan beras dan penambahan penyaluran beras SPHP untuk menjaga stabilitas harga komoditas tersebut.
"Kita sekarang operasi pasar, kemudian (penyaluran) bantuan pangan untuk 33,24 juta orang seluruh Indonesia, kemudian beras SPHP ada 1 juta (tambahan). Sudah insya Allah (harga beras) turun," kata Amran, usai Rapat Koordinasi Percepatan Pengembangan Bioetanol bersama 44 bupati dari berbagai daerah sentra produksi, di Jakarta, Senin (21/9).
Pemerintah menyalurkan bantuan pangan beras kepada masyarakat penerima manfaat sebagai salah satu langkah menjaga daya beli, sekaligus memastikan kebutuhan pangan tetap terpenuhi.
Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan agar penyaluran bantuan pangan beras diperpanjang untuk alokasi Oktober, November, dan Desember 2026, sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan keluarga, melindungi daya beli, serta memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi.
Bantuan beras diberikan kepada sekitar 33,24 juta keluarga kategori desil 1 sampai desil 4 dengan alokasi sebanyak 10 kilogram beras per keluarga setiap bulan.