"Kami berharap Perkhin terus menjadi mitra kolaborasi dalam memperkuat implementasi RBI, sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh perempuan, anak dan keluarga Indonesia," kata dia.
Sementara itu, Ketua DPP Perkhin, Suryani menegaskan bahwa berbagai persoalan yang dihadapi perempuan dan anak tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja.
Menurutnya, dibutuhkan sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, organisasi lintas iman, dunia usaha, akademisi, media, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
"Persoalan perempuan dan anak membutuhkan kerja bersama. Sinergi antar-pemangku kepentingan menjadi kunci untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan dan menjangkau masyarakat hingga ke tingkat akar rumput," ujar Suryani.