NADIKABAR.COM — Wali Kota New York, Zohran Mamdani meminta Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menarik agen-agen imigrasi federal dari Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) dari kota New York, menyusul insiden penembakan yang memicu ketegangan. Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Markwayne Mullin mengecam keras hal tersebut.
"Kata-katanya berbahaya dan memicu permusuhan," ujar Mullin dilansir kantor berita AFP, Jumat (9/10/2026).
Mullin mengatakan, Oscar Belgal (28), pria yang tertembak dan terluka di Bronx oleh agen ICE memiliki rekam jejak kriminal yang panjang dan berusaha menghindari penangkapan.
"Ia datang ke negara ini secara legal beberapa tahun lalu, dan sejak kedatangannya, ia telah melakukan kejahatan demi kejahatan," ujarnya.
Belgal mengalami luka ringan di bagian leher dan dilarikan ke rumah sakit. Seorang anak berusia 5 tahun yang berada di dalam mobilnya saat kejadian tidak mengalami cedera fisik.
Mullin menyatakan bahwa petugas ICE tidak mengetahui ada seorang anak di dalam mobil tersebut ketika mereka melepaskan tembakan.
"Walikota, jika Anda membubarkan ICE, siapa yang akan menyingkirkan para penjahat dari jalanan di kota Anda sendiri?" kata Mullin.
"Siapa yang akan menangkap para pembunuh, pencuri, dan anggota geng?," imbuhnya.
Marcos Charles, seorang pejabat senior ICE, juga mengatakan Belgal telah menolak perintah untuk keluar dari kendaraannya. Dia lantas tancap gas dan menabrak dua kendaraan dinas ICE.
"Ia kemudian menekan pedal gas kendaraannya, menabrak dua kendaraan dinas ICE kami, lalu menjadikan kendaraannya sebagai senjata dan melaju menuju petugas lainnya," kata Charles.
"Petugas kami, dengan mengandalkan pelatihan mereka dan meyakini bahwa nyawa mereka, nyawa rekan-rekan mereka, serta masyarakat umum dalam bahaya, menggunakan pelatihan mereka dan melepaskan tembakan," tambahnya..
Diberitakan sebelumnya, Departemen Kepolisian New York (NYPD) melaporkan bahwa seorang pria tertembak di area Marble Hill, Bronx, pada Kamis (8/10) sore, sekitar pukul 16.00 waktu setempat. Penembakan itu melibatkan agen ICE dan dipicu oleh pertikaian dengan agen imigrasi federal yang dikerahkan ke kota New York.
Zohran Mamdani dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Jumat (9/10/2026), mengatakan bahwa terdapat seorang anak berusia lima tahun di dalam mobil saat insiden penembakan itu terjadi.
"Ini adalah situasi yang sangat serius dan tidak dapat diterima akal sehat," ucap Wali Kota dari Partai Demokrat tersebut, dalam pernyataan via media sosial X.
Mamdani menambahkan bahwa dirinya telah menghubungi Trump.
"Saat kami berbicara, saya akan menuntut agar beliau mengakhiri seluruh tindakan penegakan hukum oleh ICE di kota kita. Saya tidak akan tinggal diam saat agen-agen ICE meneror masyarakat kita," tegasnya.