NADIKABAR.COM — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan memprioritaskan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk perusahaan tambang yang berstatus Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Saya kalau disuruh memilih pengusaha besar atau UMKM, saya sayang pengusaha besar, tetapi kalau saya diperhadapkan dengan pilihan, saya akan memprioritaskan untuk UMKM,” ujar Bahlil dalam acara Donor Darah Ditjen Minerba yang digelar di Jakarta, Senin.

Bahlil mengingatkan bahwa saat ini, pelaku UMKM sudah mendapat kesempatan untuk menggarap pertambangan. Ia mengungkapkan terdapat sejumlah penambang yang berstatus UMKM mengajukan kuota produksi sebesar 200 ribu ton, 700 ribu ton, hingga 1 juta ton.

Ketika menimbang pemberian persetujuan RKAB untuk satu perusahaan besar dengan rencana produksi yang setara dengan akumulasi produksi sejumlah UMKM, Bahlil menyampaikan lebih memilih untuk memberikan persetujuan kepada UMKM.