"Penghargaan ini kami terima atas nama seluruh jajaran Kementerian ESDM. Arahan Bapak Menteri jelas yakni hilirisasi tidak boleh berhenti di produk setengah jadi, tetapi harus menghasilkan industri bernilai tambah tinggi yang menciptakan lapangan kerja dan memperkuat kemandirian energi," ujar Dwi Anggia.
Sementara, SKK Migas meraih penghargaan kategori Excellence in Upstream Oil and Gas Project Acceleration.
Penghargaan diserahkan Direktur NadiKabar.com Desi Anwar dan diterima Kepala SKK Migas Djoko Siswanto.
Sepanjang 2026, SKK Migas mengawal percepatan proyek LNG Abadi Masela senilai sekitar 22 miliar dolar AS.
Tahap rekayasa desain awal (front end engineering design/FEED) proyek tersebut rampung pada Oktober 2026, sekitar tiga bulan lebih cepat dari jadwal.