NADIKABAR.COM — Menteri Perumahan Hong Kong, Winnie Ho, mengundurkan diri menyusul peristiwa kebakaran di Tai Po yang menewaskan 168 orang pada November tahun lalu. Pemimpin Hong Kong, John Lee, mengumumkan hal itu sambil membungkuk dan menyampaikan permohonan maaf atas kebakaran mematikan tersebut.

Dilansir Channel News Asia, Kamis (29/10/2026), dia menjanjikan reformasi menyeluruh terhadap industri bangunan dan sistem regulasi di wilayah itu. Kebakaran yang terjadi pada 26 November tersebut melanda tujuh blok menara setinggi 31 lantai di kompleks hunian Wang Fuk Court yang saat itu tengah menjalani renovasi.

Peristiwa tersebut merupakan kebakaran paling mematikan di kota tersebut sejak tahun 1948. Ribuan warga terpaksa mengungsi karena tempat tinggal mereka tidak lagi layak huni.

Pernyataan Lee disampaikan sesaat sebelum dia merilis laporan setebal lebih dari 1.000 halaman yang disusun oleh panel pimpinan hakim. Laporan itu merinci berbagai kegagalan dalam tata kelola dan pengawasan sistem renovasi bangunan di Hong Kong.

"Saya sangat sedih. Saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang terdampak dan masyarakat umum," ujar Lee.