NADIKABAR.COM — Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mendorong perguruan tinggi memperkuat peran inkubator sebagai wadah pembinaan usaha agar pengembangan UMKM berlangsung terstruktur, berkelanjutan dan terintegrasi.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyatakan keberadaan inkubator menjadi salah satu ujung tombak Program Kewirausahaan dan Pengembangan Ekonomi Rakyat (Prokesra) yang menargetkan penciptaan 10 juta wirausaha dan pekerja.
"Targetnya adalah kita ingin menghasilkan 10 juta wirausaha dan pekerja melalui program ini, dan ujung tombaknya adalah kita ingin mulai menghidupkan inkubator-inkubator yang ada di seluruh tanah air baik yang di bawah binaan kampus maupun di luar kampus," katanya dalam Bursa Wirausaha Unggulan sekaligus akad massal KUR Jawa Timur 2026 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Rabu.
Inkubator UMKM di kampus berfungsi untuk mendampingi, membimbing dan mempercepat perkembangan bisnis rintisan (startup) atau UMKM milik mahasiswa, alumni, maupun masyarakat umum agar menjadi usaha yang mandiri dan profitable.