NADIKABAR.COM — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut budaya sebagai fondasi sekaligus sumber kreativitas yang hidup bagi masyarakat.
"Di balik setiap produk kreatif, terdapat ekosistem pengetahuan, imajinasi, narasi, ekspresi artistik, serta akar dan pengaruh budaya yang jauh lebih luas," katanya pada acara pembukaan World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, Kamis.
"Oleh karena itu, tanggung jawab kita juga mencakup upaya memastikan bahwa kekayaan budaya kita terus menginspirasi bentuk-bentuk kreativitas baru, memberikan kontribusi kepada masyarakat, dan memberikan peluang bagi generasi mendatang," ia menjelaskan.
Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya luar biasa, yang berakar pada keragaman dan sejarah panjang bangsa.
Ia menjelaskan, Indonesia adalah rumah bagi lebih dari 290 juta orang, 1.340 kelompok etnis, dan 718 bahasa daerah yang masih digunakan atau sekitar 10 persen dari seluruh bahasa di dunia.
Di samping itu, Indonesia memiliki lebih dari 3.277 warisan budaya takbenda dan 1.515 situs warisan budaya nasional.
Menteri Kebudayaan mengatakan bahwa sejarah panjang peradaban bangsa antara lain terlihat dari temuan fosil dan lukisan gua kuno berusia 67.800 tahun di wilayah Indonesia.
Dia menyebut warisan pengetahuan dan budaya dari leluhur bangsa sebagai sumber kreativitas dan inovasi.
"Mereka adalah wujud nyata dari modal budaya serta sumber kreativitas dan inovasi yang tak ada habisnya. Karena itu, mereka terus berkembang, beradaptasi, dan menjadi sumber inspirasi bagi karya-karya kontemporer," katanya.
Fadli juga menyampaikan bahwa kebudayaan merupakan kekuatan yang bisa mempererat kohesi sosial, menjadi sumber identitas yang membentuk karakter bangsa, mendorong pertumbuhan inovasi dan ekonomi, serta menjadi instrumen diplomasi di tingkat global.
Oleh karena itu, Kementerian Kebudayaan berupaya melindungi, merawat, dan mengembangkan pemanfaatan warisan budaya serta mendorong pembentukan ekosistem budaya yang bisa menjadi tempat tumbuhnya kreativitas.