"Kami melihat banyak kapal di sini dan ada Tempat Pelelangan Ikan (TPI) juga, sehingga integrasi KNMP dan TPI berpotensi mendukung aktivitas perikanan tangkap di kawasan Puger. Ribuan kapal nelayan juga membutuhkan fasilitas pendukung kegiatan melaut," tuturnya.

Ia berharap keberadaan KNMP dan TPI nantinya dapat saling terhubung sehingga mendukung kebutuhan nelayan, mulai dari aktivitas pendaratan ikan hingga penanganan hasil tangkapan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.

"Beberapa sarana dan prasana yang disediakan untuk mendukung aktivitas melaut seperti pabrik es, cold storage, bengkel kapal, shelter, air bersih, kios perbekalan, tempat pendaratan ikan, dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) untuk memudahkan pasokan BBM kapal nelayan," katanya.

Secara nasional, Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan penyelesaian 1.269 unit KNMP pada 2026 dan pada 2025 telah rampung sebanyak 100 unit, sehingga total terdapat 1.369 unit KNMP yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.