NADIKABAR.COM — Menteri Perang Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth mengatakan pada Rabu (30/9) bahwa departemennya sedang membentuk "Komando Perang Otonom" (Autonomous Warfare Command).

Komando Perang Otonom merupakan sebuah komando tempur bintang empat baru dengan otoritas setara angkatan bersenjata yang dibentuk untuk meningkatkan skala kapabilitas otonom dan robotik di seluruh pasukan gabungan.

Hegseth menyampaikan pengumuman tersebut dalam sebuah pidato di Pangkalan Korps Marinir AS di Quantico, Virginia. Komando baru tersebut diperkirakan akan merombak cara Pentagon membeli, menguji, dan mengerahkan drone serta teknologi canggih lainnya, menurut The Wall Street Journal.

The Wall Street Journal juga menyebutkan bahwa Pentagon berupaya meningkatkan anggaran untuk perang otonom hingga tiga kali lipat, dengan mengajukan dana sebesar 74 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp17.998) untuk teknologi drone dan counter-drone dalam permintaan anggarannya. Hegseth menuturkan bahwa miliarder teknologi Elon Musk, pengusaha teknologi Palmer Luckey, dan politisi Partai Republik Newt Gingrich, yang pernah menjabat sebagai Ketua DPR AS pada 1990-an, akan bersama-sama memimpin "Project Meridian", sebuah upaya yang dipimpin oleh Pentagon untuk mengkaji masa depan peperangan. Selain itu, menteri perang tersebut juga mengumumkan rencana untuk memangkas jumlah jenderal dan laksamana AS sebesar 20 persen serta membangun pangkalan baru yang akan menampung 15.000 hingga 20.000 tentara AS. Dia mendorong para gubernur di seluruh negeri untuk turun tangan dan menyampaikan proposal terbaik mereka.