NADIKABAR.COM — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyampaikan program Gentengisasi bukan sekadar pemenuhan kebutuhan material bangunan, tapi menjadi momentum kebangkitan ekonomi pelaku UMKM lokal.

"Pemesanan genteng dalam skala besar ini memberikan dampak ekonomi instan bagi ekosistem masyarakat setempat," kata Maruarar saat pelepasan 125 truk yang mengangkut genteng produk UMKM lokal di Kabupaten Purwakarta, Jabar, Jumat.

Ia mengatakan, rantai ekonomi mulai dari perajin genteng, sopir truk, hingga kenek merasakan langsung manfaat finansial dari program Gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

"Hari ini 500 ribu genteng yang diangkut 125 truk dilepas untuk memenuhi kebutuhan material bangunan perumahan dan bedah rumah. Saya cek sopirnya senang sudah dibayar, keneknya juga sudah, UMKM-nya juga happy," katanya.

Menurut dia, program Gentengisasi ini bukan sekadar pemenuhan kebutuhan material bangunan, tapi menjadi momentum kebangkitan industri genteng di Plered, Purwakarta.

Pemerintah, katanya, berkomitmen mendorong pelaku UMKM agar naik kelas dengan meningkatkan kualitas produk sesuai standar nasional.

Peningkatan kapasitas perajin dilakukan melalui edukasi, akses pembiayaan, hingga pendampingan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).

"UMKM ini dididik supaya naik kelas, supaya punya SNI yang tinggi. Ternyata mampu kok. Tadinya tidak punya SNI, sekarang punya," imbuhnya.

Berdasarkan data kementerian, saat ini di Purwakarta telah terdapat empat produsen genteng bersertifikat SNI dan 10 produsen yang memenuhi aspek keandalan. Sedangkan di Majalengka, tercatat sudah ada 34 perajin genteng yang memiliki sertifikasi SNI.

Sementara itu, dua menteri hadir melepas 125 truk yang mengangkut ratusan ribu genteng untuk memenuhi kebutuhan material program perumahan terkait dengan program Gentengisasi di area parkir Pasar Citeko, Kecamatan Plered, Purwakarta.

Dua menteri yang hadir saat pelepasan ratusan truk yang mengangkut genteng produk UMKM lokal di Purwakarta, Jumat sore itu ialah Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait serta Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Tito Karnavian.

Hadir pula Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein serta Bupati Majalengka Eman Suherman.