NADIKABAR.COM — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengajak para santri untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan bangsa.
"Pertama, momentum Hari Santri ini menjadi pengingat bagi kita semua, khususnya anak-anakku para santri untuk mengenang dan meneladani apa yang telah dilakukan para pahlawan, ulama, kiai, dan santri, dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. Semangat perjuangan ini harus dilanjutkan oleh anak-anakku semua dengan mengisi pembangunan dan berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam keterangan di Jakarta, Senin.
Hal itu dikatakannya di hadapan para santri Pondok Pesantren Mojosari, Nganjuk, Jawa Timur, saat peringatan Hari Santri Nasional 2026.
Menurutnya, santri merupakan bagian penting dari kekuatan bangsa yang memiliki potensi untuk berkontribusi dalam pembangunan.
Untuk itu, lanjutnya, anak perlu didorong agar tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia, integritas, dan budi pekerti, sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.
Ia mengatakan masa pendidikan di pesantren menjadi kesempatan bagi santri untuk memperkuat ilmu, kedisiplinan, dan karakter yang dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
"Kalian harus bangga menjadi santri, karena santri adalah salah satu jangkar bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia bukan hanya membutuhkan generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga generasi yang berakhlak mulia, mempunyai integritas, dan berbudi pekerti. Ini fondasi untuk generasi yang akan datang," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi.
Untuk mendukung anak agar tumbuh menjadi generasi yang berdaya dan mampu berpartisipasi dalam pembangunan, ia mengingatkan pentingnya peran orang tua, guru, dan pengasuh pesantren dalam membangun fondasi karakter anak sejak dini.
"Pendampingan yang kuat diperlukan agar anak mampu menghadapi berbagai tantangan perubahan zaman, termasuk dampak penggunaan teknologi digital tanpa kehilangan nilai agama, akhlak, dan budi pekerti," kata Menteri PPPA Arifatul Fauzi.