Menurutnya, ketika perempuan harus memilih antara tanggung jawab keluarga dan peluang karir, maka perusahaan juga ikut kehilangan kesempatan untuk mengembangkan talenta terbaiknya.

Bagi dunia usaha, katanya lagi, ini bukan sekadar isu perempuan saja tapi ini adalah persoalan talenta, produktivitas, kemampuan berinovasi dan keberlanjutan bisnis.

Pemerintah perlu menyediakan kebijakan dan panduan yang jelas dan penyedia layanan perlu mendukung ketersediaan pengasuhan yang berkualitas dan terjangkau. Pekerja termasuk laki-laki juga perlu ambil bagian dalam tanggung jawab perawatan.

"Ketika perempuan pekerja merasa didukung, maka mereka memiliki peluang lebih besar untuk bertahan, berkembang dan memberikan kontribusi terbaiknya," katanya pula.