Di tempat yang sama, Direktur Utama Perum Jasa Tirta (PJT) I Fahmi Hidayat, menyatakan, penurunan daya tampung di bendungan mampu berdampak pada upaya pengendalian banjir, berkurangnya air baku, hingga penurunan produksi listrik dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Oleh karenanya, dia menegaskan, perawatan operasional menjadi opsi utama dibandingkan harus membangun bendungan baru karena memiliki lebih banyak tantangan, mulai ketersediaan lahan representatif, biaya konstruksi, hingga dampak lingkungan.

"Bendungan harus berfungsi selama-lamanya, di (Bendungan) Sengguruh dilakukan flushing dan Sutami ada pengerukan," ucap dia.