Meski demikian, ia menilai akses permodalan saja belum cukup untuk memastikan keberlanjutan UMKM karena pelaku usaha masih menghadapi beberapa persoalan seperti perizinan, sertifikasi dan akses pasar.
"Yang paling penting hari ini adalah pasar, karena problem kita yang paling utama bagi UMKM sebetulnya kalau sertifikasi dan perizinan itu on process, pembiayaan sudah kita bantu, tetapi sering sekali UMKM kita tidak mampu jual barangnya," ujarnya.
Ia mengatakan persoalan pasar menjadi penting karena UMKM dapat mengalami kesulitan mengembalikan pembiayaan apabila produk yang dihasilkan tidak terserap konsumen.
Maman mengungkapkan salah satu tantangan yang dihadapi UMKM mengenai akses pasar saat ini adalah lantaran membanjirnya produk impor di pasar domestik sehingga produk lokal harus bersaing dengan barang dari luar negeri.