Iftitah mengatakan masyarakat di kawasan transmigrasi akan diberikan pengetahuan untuk mengelola kawasan mereka. Antara lain pada bidang pertanian hingga potensi lokal lainnya.

"Dan kemudian juga harus memampukan para transmigran serta masyarakat transmigrasi, masyarakat lokal yang ada di sana, know-how-nya itu seperti apa," kata dia.

Iftitah tertarik dengan upaya yang dilakukan lembaga penelitian ini, salah satunya pemanfaatan AI untuk pertanian hidroponik dan peternakan ikan. Dia berharap teknologi itu bisa dikembangkan dan diterapkan di area transmigrasi.

"Jadi, itulah dibangun, tadi kita lihat sendiri ada pusat keunggulan ya, AI, teknologi, inovasi pertanian yang sebenarnya dimiliki oleh pemerintah daerah setempat, tapi juga berkolaborasi dengan pertama, Kementerian Pertanian, kemudian kementerian yang mengurusi masalah ketransmigrasian dan pembangunan perdesaan, kemudian juga dengan beberapa universitas," tutur dia.

"Sehingga mereka mendapatkan satu gambaran untuk menghasilkan produk yang cukup baik dan efektif, tetapi lebih efisien. Jadi setiap bulan ada terus penelitian dan riset. Intervensi pemerintah diberikan dalam bentuk riset, tapi nanti hasilnya dibagikan kepada seluruh petani," sambungnya.