Kementerian Transmigrasi juga menjajaki peluang pelatihan operator dan teknisi guna meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal sekaligus membuka kesempatan usaha baru dalam pemanfaatan teknologi pertanian.
Di sektor kelautan, penjajakan bersama Beijing Leili Marine Bioindustry Inc mencakup pengembangan produk turunan rumput laut, antara lain biostimulan pertanian dan bahan pendukung peningkatan kesehatan tanah serta produktivitas tanaman.
Peluang pengembangan industri tersebut masih memerlukan kajian mengenai kesesuaian bahan baku, kepastian pasokan, teknologi pengolahan, serta kemungkinan kemitraan dengan produsen dan pelaku usaha lokal.
Iftitah menekankan bahwa setiap peluang kerja sama perlu ditindaklanjuti melalui identifikasi proyek yang memiliki prospek bisnis dan manfaat ekonomi yang jelas bagi masyarakat di kawasan transmigrasi.
Oleh karena itu, lanjut dia, Kementerian Transmigrasi akan memetakan kesiapan lokasi, potensi komoditas, kebutuhan infrastruktur, nilai investasi, serta model kemitraan agar pengembangan industri dapat melibatkan petani, tenaga kerja, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.
Melalui penjajakan tersebut, pemerintah berharap kawasan transmigrasi tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi juga berkembang sebagai pusat pengolahan komoditas yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat serta memperluas kesempatan kerja di luar Pulau Jawa.