Iftitah mengatakan bahwa pada awal relokasi itu, muncul berbagai persoalan. Dia menyebut pemerintah Chongqing pada saat itu melakukan intervensi ekonomi.
"Maka sekitar 10 tahun kemudian mereka melakukan intervensi ekonomi. Jadi langsung fokusnya kepada pemetaan potensi ekonomi, riset, kemudian diberikan lapangan-lapangan kerja untuk menghasilkan produk-produk," ucap Iftitah.
Iftitah mengatakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah setempat adalah hilirisasi. Contohnya, kata dia, pengolahan jeruk.
"Tadi yang saya paling sangat terkesan produknya itu adalah tahun lalu saya pernah ke perkebunan jeruknya, tapi tadi saya merasakan sendiri ada jus jeruk begitu kemasan, itu betul-betul tanpa gula. Jadi betul-betul hanya perasan saja, lebih sehat, lebih baik begitu," kata dia.