β€œTransisi pertanian tidak cukup berhenti pada bagaimana petani menghasilkan produk yang lebih baik. Kita juga perlu memastikan produk tersebut memiliki akses pasar,” kata Suprehatin.

Selama ini, akses pasar dan harga yang tidak menentu menjadi tantangan bagi petani. Pendampingan TEP membuka kesempatan bagi mereka untuk belajar menyiapkan hasil panen sesuai kebutuhan pembeli.

Melalui program Trans-Organik, TEP IPB University berharap petani Batu Betumpang dapat memperluas pasar, meningkatkan mutu sayuran, dan mengembangkan usaha pertanian yang memberi manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

β€œAdanya komunikasi dengan SPPG dan pedagang lokal memberikan harapan bagi pengembangan usaha hortikultura kami,” kata petani penggerak dari Desa Sumber Jaya Permai Ayik Sofyan.