Pengelola Objek Wisata Alam Cibuluh Kuningan, Embrik, menjelaskan bahwa nama Cibuluh diambil dari kata 'ci' yang berarti air dan 'buluh' yang berarti bambu. Menurut penuturannya, kawasan ini dulunya merupakan hutan bambu yang memiliki sumber mata air. Berkat kejernihan airnya, selain menjadi tempat wisata, Cibuluh kini juga difungsikan sebagai lokasi pengembangbiakan ikan dewa.
"Cibuluh asalnya dari 'Ci'-nya itu air, 'bulu'-nya itu bambu. Jadi dulunya itu ada hutan bambu gitu. Nah, keluarlah air gitu. Ada kamar mandi, ada gazebo, gazebo besar 1, gazebo kecil 2, Ada kantin, musholla, kamar mandi.Ada ikan dewa juga tapi ini budidaya sendiri dan bisa dibeli juga," tutur Embrik.
Terkait biaya, Embrik menyebut tiket masuk dibanderol seharga Rp15.000. Sementara bagi pengunjung yang ingin berkemah, dikenakan tarif Rp25.000. Bagi yang tidak membawa perlengkapan, pihak pengelola juga menyediakan penyewaan tenda dengan biaya Rp100.000.