NADIKABAR.COM — Mercedes-Benz akan menghentikan penjualan beberapa model kendaraan elektrik (Electric Vehicle/EV) di wilayah Amerika Serikat (AS) pada tahun 2027.

Menurut siaran Electrek pada Jumat (2/10), Mercedes akan mengeluarkan dua model mobil listrik dan satu model mobil hibrida plug-in dari jajaran produknya di pasar AS pada 2027.

Juru bicara Mercedes-Benz menyampaikan kepada Car and Driver bahwa sedan listrik EQE model tahun 2027, termasuk versi performa tinggi AMG, tidak akan dipasarkan di AS.

Mercedes juga akan menghentikan penjualan Mercedes-Maybach EQS 680 SUV, sebuah SUV listrik unggulan dengan harga mulai dari 180.000 dolar AS atau sekira Rp3,22 miliar.

Selain itu, perusahaan akan menghentikan penjualan Mercedes-AMG S63 E Performance, kendaraan hibrida plug-in dengan performa tinggi yang harganya lebih dari 180.000 dolar AS

Mercedes-Benz EQS sedan dan EQS SUV tetap akan dipasarkan di AS, tetapi mungkin akan diganti dengan model generasi yang lebih baru.

EQ merupakan lini kendaraan listrik generasi pertama Mercedes, yang kini mulai digantikan oleh EV lebih canggih berbasis platform Mercedes Modular Architecture (MMA) seperti sedan CLA dan SUV GLB yang baru.

Mercedes-Benz CLA EV model tahun 2026 tersedia dalam dua varian, yakni model 250+ dengan penggerak roda belakang dan model 350 4MATIC dengan penggerak semua roda.

Keduanya menggunakan baterai berkapasitas 85 kWh, yang memampukan kendaraan menempuh jarak hingga sekitar 602 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Di AS, Mercedes-Benz CLA 250+ dijual dengan harga mulai 47.250 dolar AS (sekitar Rp845 juta) dan CLA 350 4MATIC harganya mulai 49.800 dolar AS (sekira Rp890 juta).

Model-model mobil listrik baru Mercedes-Benz menggunakan desain yang mirip dengan kendaraan bermesin pembakaran internal mereka, dengan grille berukuran besar dan bentuk bodi yang lebih tegas.