Dari sisi teknis, Baby G-Class diperkirakan menggunakan konstruksi khusus yang berbeda dari platform Modular Architecture (MMA) milik Mercedes-Benz.

Berdasarkan data yang ada, kendaraan ini akan memakai sasis ladder-frame untuk mendukung kemampuan berkendara di medan berat.

Strategi sistem penggeraknya juga mengalami perubahan. Jika sebelumnya direncanakan hadir secara eksklusif sebagai kendaraan listrik berbasis baterai, Mercedes-Benz kini mempertimbangkan varian hibrida di samping versi listrik murni.

Versi listrik diperkirakan menggunakan dua motor listrik dengan sistem penggerak empat roda atau all-wheel drive (AWD), yang dipadukan dengan baterai berkapasitas 85 kWh berjenis nikel mangan kobalt (NMC).