"Nanti kalau dua-duanya sudah bagus, baru kita lakukan merger-nya," tutur dia.
Danantara bersama BP BUMN pada 24 Juli 2026 menyampaikan rencana konsolidasi maskapai pelat merah dengan menempatkan Garuda Indonesia sebagai induk usaha, sedangkan Pelita Air direncanakan menjadi bagian dari Garuda Indonesia Group.
Selanjutnya, pada 15 Oktober 2026, BP BUMN dan Danantara memperkuat arah transformasi Garuda Indonesia melalui optimalisasi armada, pengembangan pasar, peningkatan pengalaman pelanggan, serta penguatan daya saing maskapai nasional.
Berdasarkan laporan keuangan pada 2 Oktober 2026, Garuda Indonesia mencatat pendapatan sebesar 1,80 miliar dolar AS atau sekitar Rp32,52 triliun pada semester I 2026, meningkat 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, rugi bersih perseroan menyusut 23,2 persen menjadi 113 juta dolar AS atau sekitar Rp2,04 triliun, dari 147,1 juta dolar AS pada semester I 2025.
Berdasarkan laporan tahunan resmi perusahaan, Garuda Indonesia Group melayani 21,2 juta penumpang sepanjang 2025, turun 10,5 persen dibandingkan 23,7 juta penumpang pada 2024, seiring penurunan frekuensi penerbangan domestik.