Atta menceritakan awal mula ide gila ini muncul sekitar delapan bulan lalu. Sempat bingung memilih konsep karena budaya Indonesia yang begitu melimpah, ia akhirnya nekat ingin menyatukan seluruh provinsi tanpa terkecuali.
"Budaya Indonesia sangat banyak, sampai kami sempat bingung. Akhirnya saya memutuskan: saya ingin mengumpulkan 38 provinsi Indonesia di satu tempat. Hari ini, alhamdulillah, cita-cita itu tercapai," tuturnya.
Dukungan penuh juga datang dari Kementerian Kebudayaan RI. Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra, yang hadir mewakili Menteri Kebudayaan Fadli Zon, menyambut antusias terobosan ini. Malah, ia mengaku rela menempuh perjalanan darat 7 jam dari Solo demi tak melewatkan momen bersejarah ini.
"Ini menunjukkan komitmen Kementerian Kebudayaan. Biasanya hanya sebagian provinsi yang tampil, sekarang 38 provinsi hadir bersama. Pawai seperti ini membiasakan masyarakat menyaksikan keragaman Indonesia," katanya.