NADIKABAR.COM — Presiden Mesir Abdel Fattah Sisi mendesak Amerika Serikat dan Iran menunjukkan kelonggaran maksimal serta kembali berdialog untuk mencegah dampak buruk konflik bersenjata bagi Timur Tengah dan dunia.

"Saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk meminta meredakan ketegangan dan mengajak semua pihak yang terlibat dalam krisis antara Iran dan Amerika Serikat membuka ruang bagi pemahaman dan dialog," kata Sisi, Selasa.

"Alternatifnya akan membawa konsekuensi yang sangat buruk bagi kawasan dan dunia yang telah menghadapi serangkaian krisis selama enam tahun terakhir. Mesir mendesak AS dan Iran menunjukkan kelonggaran sebesar mungkin untuk menemukan titik temu dalam menyelesaikan konflik yang sedang berlangsung," ujarnya.

Sisi menyampaikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers bersama Presiden Slovenia Natasa Pirc Musar di Kairo, seperti dikutip dari pernyataan Kepresidenan Mesir.

Dia juga menekankan pentingnya mencapai kesepakatan yang mempertimbangkan kekhawatiran dan tuntutan seluruh pihak yang terlibat.

Pemimpin Mesir itu menyatakan keyakinannya bahwa Presiden AS Donald Trump akan mendukung upaya mediasi untuk mencapai penyelesaian dan mencegah eskalasi lebih lanjut.

Pada 28 Februari, AS dan Israel mulai menyerang sejumlah target di Iran, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan balasan.

Pada pertengahan Juni, Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman yang bertujuan menghentikan permusuhan. Namun, kedua pihak kembali saling melancarkan serangan tidak lama setelahnya. Hingga kini, konflik tersebut belum terselesaikan.

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan