NADIKABAR.COM — Menteri Luar Negeri (Menlu) Mesir Badr Abdelatty pada Senin (28/9) menekankan perlunya menjamin kebebasan pelayaran di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab.
Dia juga menegaskan bahwa keamanan wilayah perairan tersebut merupakan tanggung jawab negara-negara Arab dan Afrika yang berbatasan langsung dengannya, demikian menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Mesir.
Pernyataan tersebut disampaikan Abdelatty saat bertemu dengan Hans Grundberg, utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Yaman, di Kairo.
Dalam pertemuan itu, mereka membahas perkembangan terkini di Yaman serta dampaknya terhadap keamanan kawasan, menurut pernyataan tersebut.
Abdelatty menegaskan kembali dukungan Mesir terhadap persatuan Yaman dan institusi nasional yang sah, serta menekankan perlunya solusi damai atas krisis yang dapat berkontribusi pada stabilitas Yaman.
Dia juga menyatakan dukungan Mesir terhadap upaya mencapai solusi politik komprehensif yang memenuhi aspirasi rakyat Yaman dan menjaga sumber daya negara tersebut.
Abdelatty menekankan pentingnya stabilitas Yaman bagi keamanan Laut Merah dan keamanan kawasan secara umum, seraya menyatakan bahwa keamanan Laut Merah dan Teluk Aden berkaitan langsung dengan ekonomi global, khususnya perdagangan internasional serta rantai pasokan untuk pangan dan energi.
Pertempuran antara pasukan pemerintah Yaman dan kelompok Houthi baru-baru ini meningkat di Yaman barat daya, setelah kelompok tersebut merebut kota pelabuhan strategis Mocha dan Pulau Mayyun di Selat Bab al-Mandab sebelumnya pada bulan ini.
Konflik Yaman meletus pada akhir 2014 ketika Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sebagian besar wilayah Yaman utara, yang mendorong koalisi pimpinan Arab Saudi campur tangan pada Maret 2015 guna mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.