Dalam berbagai laporannya, Landmine and Cluster Munition Monitor menunjukkan bahwa meskipun ranjau yang dipasang dalam konflik-konflik masa lalu terus dibersihkan, ranjau masih terus dipasang di Ukraina maupun negara-negara lain seperti Myanmar.

Perkembangan ini terjadi ketika pengendalian senjata di dunia semakin melemah. Dalam beberapa tahun terakhir, tiga perjanjian penting tim redaksi Amerika Serikat dan Rusia telah berakhir atau dihentikan: Intermediate-Range Nuclear Forces Treaty, yang melarang rudal balistik dan rudal jelajah serta peluncur rudal berbasis darat dengan jangkauan menengah, baik nuklir maupun konvensional; New START Treaty, yang mengatur pengurangan senjata nuklir; serta Treaty on Open Skies, yang menetapkan kerangka penerbangan observasi di wilayah negara-negara yang berpartisipasi.

Pada 2023, keputusan Rusia untuk keluar juga secara efektif mengakhiri CFE Treaty, yang bertujuan menciptakan keseimbangan yang aman dan stabil dalam kekuatan militer konvensional di Eropa serta menghapus kemampuan untuk melancarkan serangan mendadak atau ofensif berskala besar.

"Pengendalian senjata kemanusiaan, yang mencakup Anti-Personnel Mine Ban Convention, pada dasarnya merupakan satu-satunya bidang yang masih bisa dikatakan berjalan," kata Wisotzki. "Dan sekarang hal itu tidak lagi berlaku."

Artikel ini pertama kali diterbitkan dalam bahasa Jerman

Diadaptasi dari bahasa Inggris oleh Rahka Susanto

Lihat juga Video: Bus Injak Ranjau Darat di Nigeria, 8 Orang Tewas dan Puluhan Terluka