Jurnalis Turki Ersin Celik menyaksikan Greta disiksa tentara Israel. "Mereka menyeret Greta dengan menjambak rambutnya di depan mata kami, memukulinya, dan memaksanya mencium bendera Israel," kata Ersin kepada Anadolu, Ahad (5/25).

Greta dikenal publik pada usia 15 tahun. Ini karena aksi mogok sekolah pada Agustus 2018 di depan gedung parlemen Swedia. Saat itu, menjelang pemilihan umum Swedia. Greta sendirian, ditemani karton protes yang ditulisnya, "Skolstrejk för klimatet" (Mogok Sekolah untuk Iklim).

Pelajar kelas sembilan—pendidikan tingkat dasar hingga menengah pertama— di Franska Skolan, Stockholm, melakukan aksi ini dipicu gelombang panas dan kebakaran hutan di Swedia, juga lambannya pemerintah menangani krisis iklim ini.

Setiap Jumat, Greta rutin mogok, menuntut pemerintah menurunkan emisi karbon sesuai Perjanjian Paris. Awalnya, tidak ada yang peduli. Tapi Greta tidak menyerah. Jumat berikutnya dia mogok lagi, terus begitu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Melalui sosial media, gerakan ini kemudian menyebar melintasi Swedia dan lima benua.