NADIKABAR.COM — Militer Israel melemparkan granat kejut ke arah jemaah yang sedang salat di masjid dekat Betlehem, wilayah pendudukan Tepi Barat. Ini jadi serangan ketiga terhadap tempat ibadah sejak awal September 2026.

Dilansir dari Middle East Monitor yang mengutip laporan Radio Voice of Palestine, pasukan Israel melemparkan granat kejut ke arah jemaah di dalam Masjid Agung saat melakukan penggerebekan di Beit Fajjar, sebelah selatan Betlehem, pada Minggu (6/9/2026).

Tidak dijelaskan kapan waktu pasti kejadian tersebut. Namun, mereka merilis foto granat yang terletak di atas karpet masjid setelah salat malam.

Serangan Israel terhadap masjid-masjid telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, termasuk penggunaan granat, upaya pembakaran masjid, serta penulisan slogan-slogan rasis di dinding masjid.

Pada 1 September 2026, pemukim Israel bahkan mencoba membakar Masjid Nour al-Din Zanki di Bazariyah, wilayah kegubernuran Nablus. Setelah gagal mendobrak pintu masjid, mereka membakar sebuah ruangan di sebelah masjid dan mencoretkan slogan-slogan rasis serta ancaman terhadap warga Palestina di dinding-dindingnya.

Dilansir dari kantor berita Palestina (WAFA), Kementerian Wakaf dan Urusan Agama mengecam tindakan tersebut. Serangan yang menargetkan masjid dan tempat ibadah bertujuan memprovokasi umat Islam serta melanggar kesucian situs-situs keagamaan yang dilindungi oleh hukum internasional.

Sementara itu, Direktur Jenderal Wakaf Nablus Syekh Nasser al-Salman menyatakan upaya pembakaran dan coretan bernuansa rasis mencerminkan besarnya hasutan yang terus berlangsung terhadap situs-situs suci di Palestina. Dia menegaskan masjid itu akan tetap hidup dengan kehadiran jemaah dan pesan keimanannya.

Syekh Nasser juga menegaskan serangan-serangan itu tidak akan melemahkan ikatan warga Palestina dengan tanah serta tempat-tempat suci mereka.