Video yang dibagikan oleh FundaRedes menunjukkan sejumlah jenazah tergeletak di atas tanah, dengan pepohonan tumbang, dan puing-puing dari apa yang tampak seperti lokasi kamp.

Menurut sumber militer Venezuela yang mengetahui pelaksanaan operasi itu, serangan tersebut didukung oleh intelijen Amerika Serikat (AS).

"Kami mendapatkan bantuan dari CIA dan FBI. Ini merupakan perintah dari Amerika Serikat," sebutnya.

Namun, baik Departemen Luar Negeri AS maupun pemerintah Venezuela belum memberikan tanggapan resmi.