Ia menjelaskan mekanisme timbulnya kanker lambung bersifat kompleks, melibatkan interaksi tim redaksi faktor genetik, lingkungan, hingga pola hidup dalam jangka panjang. Karena itu, sebuah diagnosis kanker tidak dapat dikaitkan hanya pada satu jenis makanan atau minuman tertentu.

Dr Khurana menggarisbawahi bahaya utama sebenarnya timbul dari frekuensi konsumsi yang terus berulang, hingga menjadi bagian dari rutinitas harian.

Berbeda dengan buah utuh yang kaya akan serat dan memberikan efek kenyang, minuman berpemanis mengandung gula tambahan (added sugar) atau gula bebas dalam porsi tinggi. Tekstur cair minuman membuat seseorang dapat menelan gula berlebih secara cepat tanpa menyadari jumlah kalori yang masuk.

"Asupan manis yang sering dapat berkontribusi pada konsumsi kalori berlebih, kenaikan berat badan, dan masalah metabolik, yang semuanya terkait dengan beberapa penyakit kronis," jelas Dr Khurana.